Selasa, 07 November 2017

Ini Tiga Nominasi Pemain Terbaik Liga 1, Tanpa Pemain Lokal

Hasil gambar untuk Sylvano Pluim Sergio

Penyerang Bali United, Sylvano Comvalius, merayakan gol pertamanya ke gawang PS TNI dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-31 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (20/10/2017) malam WIB.
  PT Liga Indonesia Baru (LIB) merilis tiga nama yang menjadi nomine pemain terbaik Liga 1. Ketiga pemain tersebut bukanlah pemain lokal, tetapi pemain asing. Bahkan, dua diantaranya berstatus marquee player.
Liga 1 sudah di pengujung perhelatannya. Tak sebatas persaingan para tim memperebutkan gelar juara, persaingan 3 nama yang mencuat sebagai nomine Pemain Terbaik Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 pun menambah semarak.
Per Kamis (9/11/2017), Liga 1 2017 yang digelar sejak 15 April 2017 bakal memasuki pekan terakhir penyelenggaraannya. Bicara persaingan di jalur pacu gelar juara, masih sangat terbuka. Setidaknya ada 4 tim yang berada di deret terdepan jalur perebutan gelar juara yakni, Bhayangkara FC. Bali United, PSM Makassar, dan Madura United.
Persaingan 4 tim itu pun makin semarak dengan mencuatnya 3 nama yang masuk daftar nomine Pemain Terbaik Liga 1 2017 hasil pilihan tim Technical Study Group (TSG) PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka adalah Willem Jan Pluim (PSM Makassar), Paulo SergioMoreira Goncalves (Bhayangkara FC), dan Sylvano Dominique Camvalius (Bali United).
Dua nama terakhir berstatus marquee player. Comvalius menjadi predator Liga 1 dengan mengoleksi 35 gol. 

"Bukan hanya sebagai individu. Penilian pemain terbaik juga didasarkan pada pengaruhnya terhadap tim. Ya, tak sekadar permainannya menonjol, tapi pemain terbaik pun harus mampu memberikan dampak positif bagi tim, mampu tampil konsisten di level teratas, memiliki leadership, semangat dan antusias tim, menjadi role model tim, dan membawa timnya ke puncak prestasi," tutur Danurwindo, Direktur Teknik PSSI yang juga menghuni skuat TSG PT LIB.
Seperti yang dijelaskan Danurwindo, sejumlah hal dan aspek jadi penilian yang diukur untuk memilih Pemain Terbaik Liga 1 2017. Di antaranya, skill, kontribusi, pengaruh, dan perilaku.

Pengumuman nama yang mendapat predikat Pemain Terbaik Liga 1 2017 akan diumumkan pada malam penghargaan. Selain pemain terbaik, TSG PT LIB juga akan memilih Pemain Muda Terbaik Liga 1 2017. "Awarding Night Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 20 November 2017," ujar Tigorshalom Boboy, COO PT LIB.

Terkait gelar Pemain Muda Terbaik Liga 1 2017, 3 nama yang jadi nominenya. Mereka adalah M Rezaldi Hehanusa (Persija Jakarta), Septian David Maulana (Mira Kutai Kartanegara), dan Muhammad Arfan (PSM Makassar).

Kalahkan PSM Makassar,Status Sylvano Comvalius Berubah Menjadi Pemain Kesayangan Fans PSM

Laga PSM Makassar kontra Bali United pada Senin (6/11/2017) malam sempat diwarnai ketegangan. Striker Bali United, Sylvano Comvalius bersitegang dengan rekan setimnnya, Stefano Lilipaly.
Bahkan dua pemain asing Bali United ini terlibat saling dorong dan di lapangan.
Pascaperseteruan tersebut, ada hal unik yang mengikuti.
Wikipedia versi bahasa Indonesia menyebut Comvalius adalah seorang pemain kesayangan Fans PSM Makassar.

Status Sylvano Comvalius di wikipedia versi Bahasa Indonesia.capture Wikipedia.org
Wikipedia versi bahasa Inggris sang penyerang relatif aman.
Dalam versi bahasa Inggris disebutkan Sylvano Dominique Comvalius adalah pemain sepak bola profesional Belanda yang saat ini bermain sebagai striker di klub liga 1 Indonesia, Bali United.

Status Sylvano Comvalius di wikipedia versi Bahasa Inggris.capture Wikipedia.org
Entah siapa yang mengubah keterangan di Wikipedia tersebut.
Namun, Selasa (7/11/2017) sekitar pukul 11.00 WIB, keterangan tentang Comvalius telah diubah, seperti berikut.
"Sylvano Dominique Comvalius (lahir 10 agustus 1987) adalah pemain kesayangan bagi fans psm makassar."
Warganet memang bisa mengubah atau mengedit keterangan di Wikipedia.
Biasanya admin akan melakukan verifikasi keterangan yang baru saja diedit.
Jika keterangan tersebut tidak valid, maka akan dihapus atau diubah dalam waktu beberapa hari.
Seperti diketahui, Sylvano Comvaliusdan Stefano Lilipaly sempat berseteru di lapangan.
Namun, pertengkaran itu mencair usai terjadi gol di penghujung laga yang dicetak Lilipaly berkat umpan silang dari Comvalius.
Kemenangan itu mencairkan suasana antara Comvalius dan Lilipaly. Keduanya pun tampak saling berpelukan.

Senin, 06 November 2017

Deretan Pemain Asing Liga 1 yang Membela Timnas Negaranya


Rohit Chand, Ahmet Atayew, dan Ezechiel Ndouassel.

Mulai hari ini tanggal 6 November sampai dengan 15 November mendatang dalam kalender FIFA akan diselenggarakan FIFA matchday. FIFA matchday adalah pekan di mana liga-liga top di Eropa diliburkan untuk memberikan kesempatan bagi para pemain membela negaranya masing-masing. Baik di pertandingan resmi seperti kualifikasi atau pertandingan persahabatan.
Tak hanya di Eropa, di Indonesia juga terdapat beberapa pemain asing yang membela timnas negaranya masing-masing di laga internasional. 
Sejak dulu sudah ada banyak pemain asing di liga Indonesia yang membela timnas negaranya masing-masing. Dulu pernah ada nama Safee Sali dari Malaysia yang bermain di Pelita Jaya. Selain Safee Sali juga ada nama Noh Alam Shah dan Agu Casmir yang merupakan pemain nasional Singapura. 

Striker Timnas Malaysia, Safee Sali.
Tak ketinggalan pula kiper andalan Timnas Thailand di era 2003-2007, Sinthaweechai Hathairattanakool atau yang lebih dikenal dengan nama Kosin di Indonesia. Dan terakhir ada nama Keith Kayamba Gumbs, yang sukses bersama Sriwijaya FC dan membela Timnas Saint Kitts & Nevis. 
Ketika Liga Indonesia berganti nama pada tahun 2017 ini menjadi Liga 1. Ada beberapa pemain asing yang bermain di Liga 1 dan juga dipanggil membela timnas negaranya masing-masing.

Logo Liga 1.
Berikut ini adalah nama-nama pemain asing di Liga 1 yang membela timnas negaranya yang telah dirangkum INDOSPORT. 
1. Rohit Chand - Persija Jakarta/Nepal

Pemain asal Nepal, Rohit Chand kembali ke Persija Jakarta.
Pemain berusia 25 tahun yang membela Persija di Liga 1 ini merupakan pemain berkebangsaan Nepal. Rohit Chand sudah membela Timnas Nepal sejak di kelompok umur belia sampai tim senior. 

Gelandang Persija Jakarta, Rohit Chand.
Rohit Chand mengawali karier timnasnya saat membela Nepal U-19. Selanjutnya Rohit Chand membela Timnas Nepal U-23 saat penyelenggaraan Asian Games 2014 yang lalu. Selanjutnya Rohit Chand menjadi langganan timnas senior. 
Timnas Nepal sering memanggil Rohit Chand sebagai bagian dari skuat Nepal. Baik di pertandingan persahabatan atau kompetisi resmi, Rohit Chand menjadi andalan di lini tengah Nepal. Terakhir Rohit Chand membela Nepal adalah di bulan Oktober lalu. 
Pertandingan tersebut adalah pertandingan Tajikistan melawan Nepal di kualifikasi Piala Asia 2019. Di pertandingan yang dimenangi Tajikistan 3-0 tersebut Rohit Chand bermain penuh 90 menit. Kini total sudah 36 kali membela timnas Nepal, meskipun ia belum mencetak satu gol pun.
2. Ahmet Atayew - Arema FC/Turkmenistan

Ahmet Atayew (tengah).
Gelandang Arema berusia 26 tahun ini merupakan salah satu pemain asing di Liga 1 musim ini. Atayew dipilih Arema untuk mengisi kuota pemain asing asal Asia. Atayew ditransfer dari klub asal Turkmenistan, Altyn Asyr. 

Pemain Arema asal Turkmenistan, Ahmet Atayew.
Bersama Arema Atayew sudah bermain sebanyak 14 kali musim ini dan menyumbangkan 2 gol. Satu dari dua gol itu disarangkan Atayew ketika Arema bertandang ke markas Persipura Jayapura. Atayew membawa Arema unggul 1-0 lewat tendangan penaltinya, sebelum akhirnya dibalas Persipura menjadi 3-1. 
Di tim nasional, Atayew menjalani debutnya kala bertanding bertanding melawan Rumania. Pertandingan persahabatan melawan Rumania tersebut berlangsung pada 27 Januari 2012. Selanjutnya di tahun yang sama Atayew menjadi bagian Timnas Turkmenistan yang menjadi runner-up AFC Challenge Cup di Nepal. 
Pertandingan Atayew bersama Timnas Turkmenistan berlangsung saat kualifikasi Piala Asia 2019 lalu. Secara total Atayew telah membela Turkmenistan sebanyak 18 kali. Namun ia belum mampu menyumbangkan gol bagi negaranya. 
3. Ezechiel N'Douassel - Persib Bandung/Chad

Striker Persib Bandung, Ezechiel Ndouassel.
Pemain asing asal Afrika sudah menjadi langganan bagi tim-tim di Indonesia. Namun Ezechiel N'Douassel menjadi pemain pertama asal Chad, sebuah negara di Afrika Tengah. Pemain berusia 29 tahun ini didapatkan Persib dari klub Israel Hapoel Tel Aviv.

N'Douassel yang sudah mencetak 4 gol bagi Persib juga membela Timnas Chad. Tercatat N'Douasel ikut bertanding bersama Timnas Chad di kualifikasi Piala Dunia 2010,2014 dan 2018. Selain itu N'Douassel jug bermain bagi Chad di kualifikasi Piala Afrika dan pertandingan persahabatan. Sejauh ini N'Douassel sudah mencetak 7 gol bagi negaranya.
4. Franklin Anzite - PS TNI/ Republik Afrika Tengah


Bek Asing PS TNI, Franklin Anzite.
Franklin memiliki yang bernama lengkap Franklin Clovis Anzite Touadere bermain di Liga 1 untuk PS TNI. Di klub yang bermarkas di Stadion Pakansari tersebut Franklin Anzite yang berposisi sebagai pemain belakang sudah bermain sebanyak 14 pertandingan. 

Bek PS TNI, Franklin Anzite Touadere (tengah) menghalau serangan pemain Persija Jakarta. Herry Ibrahim/INDOSPORT
Sebelum membela PS TNI di Liga 1, pemain berusia 32 tahun ini sudah malang melintang dibeberapa klub Asia Tenggara. Tercatat Franklin pernah bermain di Liga Singapura, Thailand dan Vietnam. 
Selain membela klub, Franklin juga aktif membela tim nasional negaranya. Franklin tercatat sudah bermain 8 kali bagi Republik Afrika Tengah. Tenaga Franklin dipakai Republik Afrika Tengah untuk mengisi lini belakang di kualifikasi Piala Dunia 2014 dan 2018. Meskipun sejauh ini Franklin belum mampu menyumbang gol bagi negaranya.
5. Shane Smeltz - Borneo FC/Selandia baru


Marquee player Borneo FC, Shane Smeltz.
Nama pemain Borneo FC ini mungkin menjadi nama yang paling mentereng dalam daftar ini. Hal tersebut bukan tanpa alasan, Shane Smeltz sudah membela Timnas Selandia baru sebanyak 54 pertandingan di level Internasional. 


Marquee Player Borneo FC, Shane Smeltz.
Smeltz yang membela Selandia Baru sejak tahun 2003, sudah diturunkan diberbagai ajang. Mulai dari pertandingan persahabatan sampai kualifikasi Piala Dunia, nama Smeltz sering menghiasi skuat Selandia Baru. 
Shane Smeltz juga turut menjadi bagian Timnas Selandia Baru saat berlaga di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan yang lalu. Terakhir Shane Smeltz yang kini berusia 36 tahun, memperkuat Selandia Baru di kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia. 

4 Kandidat Pelatih Sriwijaya FC Musim Depan




Gambar terkait
– Sriwijaya FC pada kompetisi Liga 1 musim 2017 ini memang tak bernasib mujur. Pasalnya, hingga menjelang berakhirnya kompetisi resmi musim ini, skuad yang kini di asuh oleh Hartono Ruslan tersebut masih berkutat di papan bawah klasemen Liga 1. Saat ini tim berjuluk Laskar Wong Kito itu menempati klasemen ke -13. Dan bisa dipastikan mereka akan mengakhiri musim ini di posisi tersebut.
Melihat pencapaian klub kebanggaan warga Palembang tersebut terpuruk. Sudah barang pasti manajemen akan melakukan perubahan besar demi mengekar target juara di musim depan. Salah satunya yang paling getol yang bakal di rombak lebih dulu adalah posisi pelatih. Hal itu menyusul kiprah Hartono yang bisa dibilang belum bisa memperbaiki perfoma Sriwijaya FC pasca memecat pelatih Osvaldo Lessa.
Dan sejauh ino sudah ada empat kandidat yang santer dikaitkan akan menjadi opsi pelatih Sriwijaya FC pada kompetisi resmi musim depan. Siapa saja mereka, berikut ulasannya.
1. Kas Hartadi 


Pria yang kini menjadi pelatih klub Liga 2, Kalteng Putra ini juga pernah mencicipi menjadi pelatih Sriwijaya FC musim 2011/2012. Namanya kini kembali melambung untuk menjadi kandidat Sriwijaya FC musim 2018 mendatang, karena banyaknya pendukung Laskar Joko Tingkir menginginkan jasanya. Terlebih ia juga pernah mengantarkan Sriwijaya FC meraih mahkota juara ISL musim 2012 lalu.
  1. Rahmad Dharmawan


Sebagai pelatih yang pernah membawa Laskar Wong Kito menjuarai Liga Indonesia pada musim 2007/08 silam. Rahmad Dharmawan menjadi salah satu kandidat yang akan menukangi Sriwijaya FC musim 2018 mendatang. Peluang untuk mendatangkan RD terbuka lebar lantaran kontraknya bersama klub Liga Malaysia T-Team akan habis pada 2018 mendatang.
Terlebih Rahmad Darmawan mengakui juga sudah melakukan komunikasi dengan manajemen SFC jika ada tawaran untuk kompetisi musim 2018 mendatang.
“Ya, ada (sudah dihubungi SFC),” kata RD, Dilansir dari Indosport.com
“Kalau melatih, saya bisa dimana saja, dan nggak punya masalah termasuk dengan SFC,” imbuhnya.
  1. Keith Kayamba Gums


Berpredikat sebagai legenda Sriwijaya FC, Kayamba Gums memang menjadi salah satu pemain yang sukses membawa Sriwijaya FC menjadi juara Indonesia Super League (ISL) musim 2011/12 silam. Rasa kecintaannya terhadap klub asal Palembang ini tak diragukan lagi, buktinya ia kini kembali ke Laskar Wongkito dengan status asisten pelatih.
Rumor bahwa mantan pelatih fisik yang kini berusia 44 tahun itu menjadi kandidat pelatih Sriwijaya FC musim 2018 beredar karena dirinya dianggap telah mengenal kultur dan pola permainan dari klub Sriwijaya FC.
  1. Nil Maizar


Meski tak berhasil membawa Semen Padang finish diposisi terbaik pada kompetisi resmi musim 2017 ini. Nyatanya jasa Nil Maizar masih diminati oleh klub besar Liga 1. Dan belakangan beredar kabr bahwa Nil juga menjadi kandidat pelatih Sriwijaya FC musim 2018 mendatang. Apa lagi, Nil mengakui telah melakukan komunikasi dengan manajemen Laskar Wong Kito. sayangnya ia tak mau memanggapi banyak terkait hal tersebut.
“Ya memang saya sudah ada pembicaraan dengan manajemen Sriwijaya FC,” katanya, dilansir dari Indosport.com

Ini Klarifikasi Dari Comvalius Setelah Cekcok Dengan Stefano

Hasil gambar untuk Lilipaly & comvalius
Dua pemain Bali United, Stefano Lilipaly dan Sylvano Comvalius terlibat adu Tampar.
Insiden ini terjadi pada menit ke-40 saat Bali United melawan tuan rumah PSM Makassar pada pekan ke-33 Liga 1 2017 di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Senin (6/11/2017).
Peristiwa ini bermula karena Lilipaly tak memberikan umpan kepada Comvalius dalam sebuah momen serangan balik cepat.
Lilipaly, yang menggiring bola dari tengah, memutuskan untuk melepaskan tembakan yang tidak menemui sasaran.
Padahal, Comvalius dalam posisi yang lebih bagus bila diberikan umpan.
Ini membuat Comvalius marah.
Striker asal Belanda tersebut mendatangi Lilipaly dan langsung melayangkan pukulan.
Tak terima mendapat perlakuan itu, Lilipaly pun membalas sehingga sempat terjadi keributan, sebelum dilerai sejumlah pemain Bali United dan wasit.
Usai pertandingan, Comvalius memberikan klarifikasi melalui Instagram.
Dia mengunggah foto dua orang anak kecil yang mengenakan jersey Bali United yang mana seorang mengenakan jersey dengan nama Comvalius dan yang lainnya dengan nama Lilipaly.
"Sepak bola adalah luapan emosi dan emosi menunjukkan dedikasi dan tekad untuk memenangi pertandingan. Inilah Jawabannya!" tulis Comvalius pada keterangan foto tersebut.
Sempat bersitegang, dua pemain ini juga yang membawa Bali United menang 1-0 atas PSM.
Umpan Comvalius berhasil diteruskan Lilipaly untuk menjebol gawang tuan rumah pada menit ke-90+5.
Hasil ini membuat Bali United di ambang juara Liga 1 karena memimpin klasemen sementara dengan laga tersisa satu.
Sementara itu, PSM dipastikan gagal mewujudkan ambisi juara karena kalah head-to-head dengan Comvalius dkk. (Bolasport.com)

Ricky Fajrin Alami Lebam Usai Terkena Pukulan

Hasil gambar untuk ricky fajrin

Bek Bali United, Ricky Fajrin menjadi tumbal atas kemenangan dramatis Bali United dari PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Senin (6/11/2017).
Ricky Fajrin menjadi sasaran oknum usai laga.
Dilansir dari Tribun Bali, dalam laga lawan PSM, Ricky sempat terkena pukulan sebanyak dua kali dalam insiden bersama oknum suporter di benchBali United.
Ricky mengalami lebam dia bagian wajah.
Pukulan mengenai wajah bagian kiri dan kanan.
Pertandingan itu pun berjalan panas, pasalnya pertandingan PSM Makassarversus Bali United merupakan laga krusial.
Pemenang yang keluar pada laga itu menjadi kandidat kuat menjadi penguasa Liga 1 musim 2017.
Sepanjang laga pun permainan sangat sengit, hingga perkelahian sesama tim terjadi di kubu Bali United.
Stefano Lilipaly dan Sylvano Comvaliustertangkap kamera adu pukul karena tensi pertandingan yang begitu tinggi.
Namun malam itu menjadi milik tim tamu.
Terus menyerang, PSM Makassar harus kecolongan pada injury time.
Sylvano Comvalius yang menerima unmpan jauh melakukan penetrasi dan Stefano Lilipaly tak mau menyia-nyiakan kesempatan saat menerima umpan manja dari Sylvano.
Skor akhir pun untuk kemenangan 1-0 Bali United atas PSM Makassar.

Minggu, 05 November 2017

Mats Hummels Gunakan Sepatu Bolong Saat Der Klassiker

Hasil gambar untuk mats hummels boots vs dortmund

 Borussia Dortmund terlibat bentrokan sengit dengan Bayern Munchen di laga lanjutan Bundesliga pekan ini.
Perlu diketahui, Dortmund bisa menyamakan poin dengan Die Bavariansjika meraih kemenangan di Signal Iduna Park tadi malam. Namun, tim tuan rumah dibuat kecewa, kerena Bayern bisa mengalahkan mereka dengan skor 3-1.
Gol Arjen Robben dan Robert Lewandowski memberi tim Jupp Heynckes unggul 2-0 pada babak pertama. David Alaba berhasil menambah keunggulan Munchen menjadi 3-0 di menit ke-67, sementara Marc Bartra menjadi pemain yang mencetak gol hiburan bagi Dortmund.
Dengan hasil ini, Bayern sekarang unggul enam poin dari Dortmund dan tetap unggul empat poin dari Leipzig yang berada di urutan kedua.
Melawan Dortmund, pasangan bek tengah Bayern, Mats Hummels dan Niklas Sule membuat Pierre-Emerick Aubameyang tidak berkutik. Tapi bukan hanya Hummels yang menjadi berita utama.
Banyak penggemar sepak bola bermata elang melihat sesuatu yang sangat aneh dengan sepatu yang dia kenakan. Bukan karena bek itu hanya memakai sepatu pink, tapi penggemar melihat kedua sepatu Hummels berlubang.
Nah, untungnya, bek itu bisa menjelaskan apa yang dia lakukan. “Itu tidak berdampak pada pertandingan,” katanya tentang sepatunya setelah pertandingan.
Hummels menjelaskan: “Kedua jari kaki sedikit terluka saat ini. Cara kerjanya juga. Mungkin itu akan menjadi model baru yang sedang dikembangkan.”