Halo dulur dulur Pencinta Sriwijaya Fc dari Singa Mania,Sriwijaya Mania,dan Simanis. Kali ini saya akan mengingatkan anda pelatih pelatih yang pernah menukangi klub Sriwijaya Fc.Kita semua tau Sriwijaya Fc salah satu tim muda di Indonesia yang hampir sudah memenangi seluruh Gelar di pesepakbolaan Indonesia.Yuk coba dilihat ada yang sukses dan ada pula yang Gagal.

1. Erick William (2005)

Setelah Sriwijaya FC di take over oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang sebelumnya bernama Persijatim Solo FC, jajaran manajemen yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, langsung menunjuk Erick William menjadi pelatih Sriwijaya FC.Erick William merupakan Pelatih yang sebelumnya melatih Persijatim Solo Fc yang menjadi cikal bakal terbentuknya Sriwijaya Fc.Setelah menjadi pelatih Sriwijaya FC pada awal Sriwijaya FC berdiri, Erick William pun tidak dapat menunjukkan kemampuannya untuk membawa Sriwijaya FC menjadi klub sepak bola yang terbaik di Indonesia. Padahal, waktu itu Sriwijaya FC diisi oleh pemain-pemain yang sesuai antara kemampuan yang mereka miliki dengan posisi bermain mereka.Oleh karena prestasi yang ditunjukkan oleh Erick William selama menjadi pelatih Sriwijaya FC, akhirnya manajemen pun memutuskan untuk melakukan pemecatan terhadap Erick William.
2. Jenni Wardin (2005)
Setelah manajemen Sriwijaya FC secara resmi melakukan pemecatan terhadap Erick William, maka kursi sebagai pelatih utama di Sriwijaya FC pada musim 2005 tersebut, secara otomatis langsung kosong. Jenni Wardin yang pada waktu Erick William menjadi pelatih Sriwijaya FC menjabat sebagai asisten pelatih, langsung diberikan kepercayaan oleh manajemen untuk menjadi pelatih utama di Sriwijaya FC.Selama menjadi pelatih Sriwijaya FC ketika menggantikan posisi Erick William, hasil pertandingan dan prestasi yang didapatkan oleh Jenni Wardin tidak terlalu baik.Target yang ditetapkan manajemen Sriwijaya FC agar Jenni Wardin bisa membawa Sriwijaya FC berada di wilayah aman kompetisi, ternyata tidak berhasil diwujudkan dan Jenni Wardin pun akhirnya dipecat oleh manajemen Sriwijaya FC dan digantikan oleh Suimin Diharja.
3. Suimin Diharja (2005/2006)
Setelah melakukan dua kali pergantian pelatih pada musim 2005 dikarenakan hasil yang didapatkan oleh Sriwijaya FC masih jauh dari kata memuaskan.Akhirnya manajemen Sriwijaya Fc menunjuk Seorang Suimin Diharja sebagai pelatih.Ternyata, keputusan manajemen untuk merekrut Suimin Diharka ini tidak salah.Hasilnya Sriwijaya FC berada di peringkat 9 klasemen akhir Wilayah Barat Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2005 tersebut.Namun, dikarenakan prestasi Sriwijaya FC yang belum stabil yaitu ketika Sriwijaya FC bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring sering menang dan imbang, namun ketika bermain di kandang lawan sangat susah mendapatkan kemenangan, Suimin Diharja pun akhirnya secara resmi tidak diperpanjang lagi kontraknya sebagai pelatih untuk musim 2007/2008.
4. Rahmad Darmawan (2007/2008 – 2009/2010)
Setelah musim 2006/2007 selesai dan manajemen Sriwijaya FC memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Suimin Diharja. manajemen pun mengambil keputusan untuk segera mencari pelatih baru guna menghadapi musim 2007/2008.akhirnya, manajemen Sriwijaya FC pun memutuskan untuk merekrut Rahmad Darmawan.
Rahmad Darmawan pun dikontrak sebagai pelatih utama oleh manajemen Sriwijaya FC. Pada waktu itu, target yang ditetapkan oleh manajemen Sriwijaya FC adalah menjadi juara. Guna mewujudkan target tersebut, manajemen Sriwijaya FC bersama dengan Ramhad Darmawan mendatangkan pemain-pemain baru seperti Christian Lenglolo, Ambrizal, Christian Worabay, Zah Rahan, Keith Kayamba Gumbs, dan Benben Berlian.
Musim 2007/2008 tersebut merupakan sejarah baru bagi Sriwijaya FC Klub berjuluk laskar Wong Kito itu berhasil menjuarai liga Indonesia setelah mengalahkan Psms Medan dengan skor 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat.Musim 2009/2010 merupakan musim yang terakhir bagi Rahmad Darmawan bersama Sriwijaya FC. Ketika diakhir sisa kontraknya tersebut, Rahmad Darmawan kembali mempersembahkan gelar juara Piala Indonesia untuk yang ketiga kalinya setelah berhasil mengalahkan Arema Indonesia dengan kedudukan akhir 2-1 melalui gol yang dicetak oleh Keith Kayamba Gumbs dan Pavel Solomin pada tanggal 01 Agustus 2010.Selama bersama Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan yang pernah menjadi pelatih Persikota, Persipura, dan Persija tersebut. telah berhasil mempersembahkan satu gelar juara Divisi Utama Liga Indonesia dan tiga gelar juara Piala Indonesia bagi masyarakat penggemar Sriwijaya FC.
5. Ivan Venkov Kolev (2010/2011)
Setelah Rahmad Darmawan tidak lagi menjadi pelatih Sriwijaya FC, manajemen Sriwijaya FC pun langsung mencari pengganti yang akan menjadi pelatih Sriwijaya FC pada musim 2010/2011. Setelah dilakukan penyeleksian dengan berbagai pertimbangan, akhirnya nama Ivan Venkov Kolev pun terpilih sebagai pelatih Sriwijaya FC pada musim tersebut.
Setelah secara resmi menjadi pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev pun berjanji akan memberikan prestasi yang maksimal bagi Sriwijaya FC di kompetisi Indonesian Super League (ISL) dan juga Piala Indonesia. Namun ternyata, Ivan Kolev gagal mewujudkan target tersebut. Ivan Kolev hanya bisa membawa Sriwijaya FC menduduki peringkat 5 klasemen terakhir kompetisi Indonesian Super League musim 2010/2011 yang lalu. Sedangkan pada musim tersebut, Piala Indonesia tidak dilaksanakan. Otomatis, Ivan Kolev gagal mewujudkan target yang diberikan manajemen Sriwijaya FC dan kontrak Ivan Kolev pun tidak diperpanjang.Walaupun tidak berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan oleh manajemen Sriwijaya FC, namun Ivan Kolev bisa mempersembahkan dua gelar juara yang belum didapatkan oleh Sriwijaya FC. Gelar juara tersebut adalah gelar juara Inter Island Cup dan gelar juara Community Shield pada tahun 2010.Setelah musim 2010/2011 selesai dan Ivan Kolev dipecat, akhirnya manajemen Sriwijaya FC menunjuk Kas Hartadi yang merupakan mantan asisten pelatih Ivan Kolev, menjadi pelatih utama Sriwijaya FC pada musim 2011/2012.
6.KAS HARTADI(2011/2013)
Setelah tidak melanjutkan kerja samanya dengan Ivan Kolev Sriwijaya Fc menunujuk Seorang Kas Hartadi sebagai pelatih Sriwijaya Fc pada Musim 2011-2012. Kas Hartadi yang memang mengenal karakter tim karena telah menjadi pelatih SFC U-21 2008-2011 dan juga menjabat juga sebagai Asisten pelatih .Berhasil Menjadikan Sriwijaya FC Juara Liga Indonesia untuk kedua kalinya Setelah unggul point dari rival terdekatnya yaitu Persipura Jayapura.Dimusim itu pula Sriwijaya Fc mencatatkan Rekor Selalu Menang Dikandang tanpa kalah dan imbang sewaktu bermain di Stadion Gelora Jakabaring Palembang.DTetapi dimusim tersebut Sriwijaya Fc di Motori oleh Keith Kayamba dan Hilthon Moreira.tetapi dimasa kepelatihannya yang kedua Kas Hartadi tidak mampu berbuat banyak dan Sriwijaya Fc hanya mampu Finish dipapan tengah klasemen ISL.Atas hasil itu Sriwijaya Fc memutus kontrak Kas Hartadi.
7.Subangkit (2013/2014)
Setelah masa kepelatihan Kas Hartadi Sriwijaya Fc menunjuk Pelatih pengalaman yang pernah melatih Persema Lang yaitu Coach Subangkit.Dimusim sebelumnya Coach Bendol Berhasil membawa Sriwijaya Fc U-21 menjadi Kampiun Liga Indonesia U-21 Vava MarioDkk berhasil mengalahkan Mitra Kukar dengn skor 2-1 lewat gol dari Alan Martha dan Novri Setiawan.Tetapi bersama Sriwijaya Fc Senior Subangkit seperti kehilangan taktik dan teknik nya Sriwijaya gagal lolos ke babak 8 besar (ISL memakai sistem Grup barat dan Grup Timur).Atas hasil itulah Manajemen sepakat memutus Kontraknya dan ia digantikan oleh pelatih kawakan yaitu Benny Dollo.
8.Benny Selvianus Dollo (2015/2016)
Setelah masa kepelatihan Subangkit Sriwijaya Fc menunjuk Pelatih pengalaman yang pernah melatih Timnas 2008-2010 yaitu Coach Bendol(Panggilan Benny Dollo).Tetapi karena carut marut pesepakbolaan Indonesia sampai dihentikannya kompetisi dan Indonesia dijatuhi Hukuman oleh FIFA.Tetapi Benny Dollo juga masih melatih Sriwijaya Fc di Turnament Piala Presiden , Piala Jenderal Soedirman,Piala Bhayangkara, dan Piala Gubernur Kaltim. Prestasi terbaiknya membawa Sriwijaya Fc menjadi runner up piala presiden 2015 sebelum dikalahkan persib bandung 2-0.
9.Widodo Cahyono Putro(TSC2016)/

Sebelum digelarnya Torabika Soccer Champions 2016 Sriwijaya Fc yang belum mempunyai Pelatih kepala bergerak cepat mencari penggati Benny Dollo.Ada dua Kandidat kuat yang akan menukangi Sriwijaya keduanya ada Widodo Cahyono Putro dan Robert Rene Albert yang pernah membawa Arema Malang menjuarai LIga Indonesia musim 2009-2010.Dibawah kepelatihan WCP yang dibantu pelatih fisik Keith Jerome Kayamba Gumbs dan Pelatih kiper Hendro Kartiko.Berhasil menjadikan Sriwijaya fc tim yang ditakuti dan menjadi tim yang paling produktiv di TSC 2016 Tetapi beberapa hasil yang kurang konsisten di Pertengahan putaran kedua membuat Sriwijaya Fc harus puas Finish di peringkat 4 klasemen akhir TSC 2016 Dibawah Persipura,Maduraa United,dan Arema.Widodo juga masih menukangi Sfc di tornament Piala Presiden 2017 tetapi Sriwijaya Fc kalah oleh Arema di Babak 8 besar Pilpres dan itu membuat manajemen Sriwijaya Fc tidak memperpanjang kontraknya.
10.OSVALDO LESSA(LigaGojek2017)
Setelah Tidak memperpanjang Kontrak Widodo Cahyono Putro Sriwijaya Fc langsung bergerak cepat dan merekrut mantan pelatih Persipura yang pernah membawa Persipura sampai semifinal AFC Cup 2014 dan menjadikan Persipura tim Pertama Dari Indonesia yang lolos ke fase itu.Tetapi Saat menukangi Sriwijaya Fc pada Liga Gojek 2017. Sriwijaya Fc gagal total dibawah kepelatihannya dan ia digantikan oleh asisten nya yaitu Hartono Ruslan.
Sekian yang bisa saya sampaikan jika ada salah pengetikan atau informasi yang saya tulis salah mohon kritik dan saran nya dan dimaafkan karena saya juga manusia . hehehee tetep dukung Sriwijaya apapun keadaan okeh saya pamit dulur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar